Bimillahirrahmaniirahim…
Di antara konsekuensi dari tauhid atau syahadat laa ilaaha illallah adalah adanya loyalitas kepada muslimin, dan berlepas diri dari orang-orang kafir. Ini termasuk di antara prinsip yang wajib dimiliki oleh seorang mukmin, yaitu Aqidah Al-Wala' wal Bara'.
Salah
satu sikap wala’ dan bara’ adalah tidak bepergian ke negeri kafir kecuali dalam
urusan darurat. Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin menerangkan, “Tidak
boleh seseorang bersafar ke negeri kafir kecuali dengan tiga syarat:
1.
Memiliki ilmu untuk membentengi diri dari syubhat atau pemikiran rancu.
2.
Memiliki agama yang baik untuk membentengi diri dari godaan syahwat.
![]() |
| Credit: Pinterest |
Mungkin
untuk kalian yang bermimpi mendapatkan beasiswa di luar negeri, bisa
memperhatikan ini. Apalagi yang sudah mulai ‘ngaji’, yang masih ingin mengejar
cita-cita ke Eropa, Amerika, Australia, koreksi lagi mimpi kalian. Hanya
sekedar mengingatkan, kita boleh mempunyai mimpi di dunia, kesenangan atau
hobby. Tapi jika itu bertentangan dari yang seharusnya, maka tinggalkanlah
karena Allah. Apalagi jika hanya untuk perkara duniawi.
Yaa
Ikhwah, Demi Allah! Bukanlah suatu kerugian jika merelakan mimpi dunia demi
taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Demi Allah! Kehebatan yang kita dapat mungkin
hanya sekedar untuk mendapatkan kesenangan dunia. Terlalu banyak kesenangan
yang dilarang? SABAR, DUNIA HANYA SEBENTAR DAN DUNIA BUKAN TEMPAT UNTUK
BERSENANG-SENANG.
Kelak, bahkan ahli ibadah pun akan menyesal karena merasa kurang ibadahnya.
Kelak, bahkan ahli ibadah pun akan menyesal karena merasa kurang ibadahnya.
Barakallahu
fiikum,
Semoga
Allah jadikan hati kita senantiasa terpaut untuk beribadah dengan ikhlas dan
ittiba’.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

0 Komentar