Bimillahirrahmaniirahim…


Di antara konsekuensi dari tauhid atau syahadat laa ilaaha illallah adalah adanya loyalitas kepada muslimin, dan berlepas diri dari orang-orang kafir. Ini termasuk di antara prinsip yang wajib dimiliki oleh seorang mukmin, yaitu Aqidah Al-Wala' wal Bara'.

Salah satu sikap wala’ dan bara’ adalah tidak bepergian ke negeri kafir kecuali dalam urusan darurat. Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin menerangkan, “Tidak boleh seseorang bersafar ke negeri kafir kecuali dengan tiga syarat:

1. Memiliki ilmu untuk membentengi diri dari syubhat atau pemikiran rancu.

2. Memiliki agama yang baik untuk membentengi diri dari godaan syahwat.

Credit: Pinterest
3. Butuh untuk bersafar ke negeri kafir seperti untuk berobat atau untuk melanjutkan studi yang tidak didapatkan di negeri Islam, atau bisa pula karena alasan berdagang, ia pergi ke negeri kafir dan nantinya kembali. Intinya, kalau ada hajat (sesuatu yang darurat), maka dibolehkan. Oleh karena itu, aku memandang bahwa siapa yang bersafar ke negeri kafir cuma untuk maksud jalan-jalan (wisata), maka ia berdosa. Segala yang ia keluarkan untuk safar adalah haram dan termasuk membuang-buang harta. Ia pun akan dihisab pada hari kiamat karena hal ini.” (Diolah dari Syarh Riyadhus Sholihin, penjelasan Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin).(1)

Mungkin untuk kalian yang bermimpi mendapatkan beasiswa di luar negeri, bisa memperhatikan ini. Apalagi yang sudah mulai ‘ngaji’, yang masih ingin mengejar cita-cita ke Eropa, Amerika, Australia, koreksi lagi mimpi kalian. Hanya sekedar mengingatkan, kita boleh mempunyai mimpi di dunia, kesenangan atau hobby. Tapi jika itu bertentangan dari yang seharusnya, maka tinggalkanlah karena Allah. Apalagi jika hanya untuk perkara duniawi.

Yaa Ikhwah, Demi Allah! Bukanlah suatu kerugian jika merelakan mimpi dunia demi taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Demi Allah! Kehebatan yang kita dapat mungkin hanya sekedar untuk mendapatkan kesenangan dunia. Terlalu banyak kesenangan yang dilarang? SABAR, DUNIA HANYA SEBENTAR DAN DUNIA BUKAN TEMPAT UNTUK BERSENANG-SENANG.
Kelak, bahkan ahli ibadah pun akan menyesal karena merasa kurang ibadahnya.

Barakallahu fiikum,
Semoga Allah jadikan hati kita senantiasa terpaut untuk beribadah dengan ikhlas dan ittiba’.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------