Bismillahirrahmanirrahim...
Dari Amr bin 'Auf radhiyallahu'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
Dari Amr bin 'Auf radhiyallahu'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
فَوالله مَا الفَقْرَ أخْشَى عَلَيْكُمْ ، وَلكِنِّي أخْشَى أنْ تُبْسَط الدُّنْيَا عَلَيْكُمْ كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ ، فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا ، فَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أهْلَكَتْهُمْ
“Demi Allah. Bukanlah kemiskinan yang aku khawatirkan menimpa kalian. Akan tetapi aku khawatir ketika dibukakan kepada kalian dunia sebagaimana telah dibukakan bagi orang-orang sebelum kalian. Kemudian kalian pun berlomba-lomba dalam mendapatkannya sebagaimana orang-orang yang terdahulu itu. Sehingga hal itu membuat kalian menjadi binasa sebagaimana mereka dibinasakan olehnya” (HR. Bukhari dan Muslim)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Betapa harusnya kita semua berpikir:Apakah setelah saat ini (khususnya kita yang sudah bekerja), hal yang kita lakukan apakah menghalangi hak-hak kita terhadap Allah?
Janji - janji kita untuk akhirat yg lebih baik, apakah masih tetap terhalangi di keadaan kita sekarang? Masih? Atau semakin?
Sadarkah? Bahwa dunia kita lebih baik dari sebelumnya. Lebih lapang dari sebelum
Apakah dengan itu kita telah memperbaiki akhirat kita?
Tidak?
Betapa harusnya kita berpikir:
Seiring kita meningkatkan profesionalitas kita, Kita banyak belajar, bahkan sampai Kita melanjutkan studi,
Apakah sama yang kita lakukan terhadap akhirat kita? Sudahkah Kita Profesional terhadap apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya? Sudahkan Kita semakin belajar dan memperdalam apapun tentang agama kita?
Tidak juga?
Berarti Kita tidak benar-benar bersyukur kepada Allah,
Berarti Kita tidak benar-benar menghindari neraka Allah,
Berarti Kita tidak benar-benar menginginkan surga Allah,
Berarti Kita tidak benar-benar mengharapkan wajah Allah.
Berhati-hatilah..
Jika terus seperti ini, Kita akan di gelapkan dengan dunia. Padahal dunia adalah hal yang remeh temeh di mata Allah 'Azza wa Jalla dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.
"Demi Allâh! Tidaklah dunia dibandingkan akhirat melainkan seperti salah seorang dari kalian mencelupkan jarinya ke laut, -jari telunjuknya- lalu hendaklah dia melihat apa yang dibawa jarinya itu?" (HR. Muslim)
"Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui." [Al-Ankabut (29): 64]
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Rabb-mu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa." [Ali ‘Imran (3):133]
Lantas mari Kita berkaca, apakah yang Kita lakukan selama ini terhadap dunia yang telah diberikan oleh Allah, mencerminkan Kita seorang yang pantas mendapatkan Surga? atau sebaliknya?
- نسأل الله السلامة والعافية -

0 Komentar